
Yang biasa disebut generasi millenial adalah generasi dimana mereka yang lahir di tahun 1980 sampai dengan tahun 2000an
Generasi Millenial sering terdengar di abad ke 21 ini.
Millenial selalu berkaitan dengan teknologi dan selalu menjadi penarik perhatian publik, baik melalui sosial media atau di masyarakat. Peran millenial sangat berpengaruh di era digital, dengan kecanggihan smartphone mereka dapat membuat berbagai konten baru dan bisa mengakses apa saja dengan mudah.
Membahas tentan peran millenial di era travel digital, ada beberapa seperti Nadiem Makarim.

Pria yang lahir di Singapura pada tahun 1984, merupakan pendiri Go-jek. Nadiem mendirikan Go-jek pada tahun 2010 sebagai perusahaan transportasi online. Dan merupakan perusahaan decacorn pertama di Indonesia. Yaitu perusahaan dengan nilai perusahaan bernilai 10 juta dollar AS.
Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi smartphone, Go-jek berhasil membuat revolusi baru di transportasi ojek.
Ide mendirikan bisnis transportasi Go-jek berasal dari pembicaraanya sendiri dengan tukang ojek langganannya. Dari pembicaraan tersebut, Nadiem menyimpulkan bahwa kebanyakan dari tukang ojek pangkalan menghabiskan waktunya menunggu pelanngan. Sedangkan Nadiem frustasi saat kesulitan mendapat ojek pangkalan disaat ia membutuhkannya. Di sisi lain kemacetan di Jakarta semakin memburuk maka dari itu dibutuhkan sebuah layanan transportasi yang dapat memudahkan masyarakat dengan transportasi yang cepat serta pengiriman paket yang cepat.

Layanan Go-jek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para Tukang Ojek di bawah nauangan perusahaan GO-JEK.
Go-Jek merupakan sebuah perusahaan teknologi jasa transportasi dengan menggunakan ojek yang menawarkan segala kemudahan dan kenyamanan kepada penggunanya. Gojek berdiri pada tahun 2011 tapi Nadiem Makarim lebih senang menyebut perusahaan GO-JEK sebagai perusahaan Teknologi.
Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, GO-JEK berhasil merevolusi industri transportasi Ojek. Fitur yang ditawarkan GO-JEK pun berbagai macam seperti pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.

…Saya tidak betah bekerja di perusahaan orang lain, saya ingin mengontrol takdir saya sendiri – Nadiem Makarim
Alasan sederhana itulah yang membuatnya mencoba merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship.

Dilansir dari majalah Globe Asia, pria lulusan Harvard university itu kini memiliki total kekayaan senilai 100 juta dollar Amerika atau sekitar 1.4 trilyun Rupiah. Kekayaannya ini berasal dari saham yang ia miliki di Gojek.
Begitulah peran millenial di Era Travel Digital yang ditunjukkan oleh Nadiem Makarim. Dengan menciptakan transportasi yang mudah bagi masyarakat Indonesia.