Dampak revolusi industri 4.0 sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri pariwisata. Dengan begitu, orang-orang dapat dengan mudah mencari informasi tujuan wisata mereka atau mencari harga tiket mereka. Pelaku wisata juga harus bisa menggunakan perkembangan ini agar dapat menumbuhkan ekonomi di sektor pariwisata.

Salah satu dampak dari revolusi industri 4.0 ini adalah dengan munculnya program baru Kementerian Pariwisata yang bernama Go-Digital. Ini merupakan program strategi Kemenpar agar memenangkan pasar di era 4.0 ini. Dengan harapan dapat mencapai 20 juta target wisatawan mancanegara. Tourism 4.0 ini menyasar target millenial.

Konsumen kini semakin mobile, sehingga dampak dari 4.0 ini sangat besar. Arief Yahya juga menyebutkan bahwa ada perubahan perilaku wisatawan terlihat ketika search and share. Saat ini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0, diantaranya yang paling sukses adalah Spanyol. Mereka telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utama dengan membangun ekosistem digital, mulai dari inspiration, arrival, destination,hingga post-trip yang serba digital.

Kemenpar pun saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam sebuah grand strategy. Kuncinya terletak pada pembenahan sumber daya manusia, sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini adalah fokus pada SDM.
Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional. Sehingga memungkinkan memberikan dampak yang baik bagi millenial dan pelaku usaha wisata.
Tapi di sisi lain, dampak negatifnya juga ada. Seperti tempat wisata lokal semakin terpuruk karena belum bisa menerima perubahan baru dalam dunia teknologi.
Mereka sangat mempengaruhi revolusi industri 4.0 ini karena generasi millenial lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.


